" />
Home Internasional Kisah Sara Hinesley, Anak Difabel yang Menang Kontes Menulis

Kisah Sara Hinesley, Anak Difabel yang Menang Kontes Menulis

Sara Hinesley memenangkan kontes menulis, walaupun lahir tangan tangan.

Beritaluarnegeri.com (Amerika Serikat) – Sara Hinesley, anak yang lahir tanpa tangan dan memenangkan kontes menulis. Sara merupakan satu dari sekian banyak anak difabel yang membuktikan bahwa tidak ada yang bisa menghalangi kesuksesan, walaupun dengan fisik yang tidak sempurna.

Anak berumur 10 tahun ini merupakan siswi unggulan di kelasnya. Sara adalah murid di St John Regional Catholic School, Frederick, Maryland, AS. Baru-baru ini, keunggulan Sara di bidang kursif diakui secara nasional.

Sara akan menerima penghargaan nasionalnya pada 13 Juni mendatang. Dia juga memenangkan hadiah sebesar 500 dolar AS atau sekitar Rp 70 juta.

Walaupun Sara tidak memiliki tangan sejak lahir, tetapi dia berhasil membuktikan kemampuannya dengan memenangkan penghargaan Nicholas Maxim 2019 di The Zaner-Bloser National Handwriting Contest. Sara meruipakan murid pertama dari St John yang memenangkan penghargaan Nicholas Maxim.

The Zaner-Bloser National Handwriting Contest merupakan sebuah kompetisi menulis di AS yang bertaraf nasional. Penghargaan Nicholas Maxim diberikan setiap tahun kepada dua murid berkebutuhan khusus.

Seorang guru Sara mengatakan bahwa siswinya itu tidak pernah mengatakan tidak bisa. Dia selalu berjuang untuk mencoba sesuatu dan mencari tahu cara-cara untuk sesuatu yang dia inginkan dapat terwujud.

Sara memiliki kemamampuan yang luar biasa untuk seorang anak difabel. Dia bisa melukis, menggambar, dan membuat kerajinan dari tanah liat. Bahkan Sara mengatakan mudah saat dirinya belajar menulis dalam kursif (tulisan bersambung). Dia dapat menulis dalam bahasa Inggris dan Mandarin.

Ibu Sara, Cathryn Hinesley mengatakan bahwa Sara menolak tangan palsu yang dibuat oleh kakak perempuannya, Veronica. Sara mempunyai sifat independen, yang selalu berjuang sendiri terhadap apa yang dilakukannya.

Pada Juli 2015, Sara datang dari Cina ke Amerika. Awalnya dia hanya bisa bahasa Mandarin, tetapi dia dapat menguasai bahasa Inggris dalam waktu yang cepat dengan bantuan kakak perempuannya.

Tulisan ini dilansir dari The Wahington Post.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[/tdc_zone]