" />
Home Internasional Kisah Julia Velasquez, Calon Asronot Tunarungu Pertama di AS

Kisah Julia Velasquez, Calon Asronot Tunarungu Pertama di AS

Julia Velasquez telah magang di NASA dan ingin menjadi astronot tunarungu pertama di AS.

Beritaluarnegeri.com (Amerika) – Julia Velasquez memenangkan kontes #StudentAstronaut pada 19 Juli 2017, yang diselenggarakan oleh Stasiun TV Show Xploration. Ini merupakan sebuah kesempatan baginya untuk menghabiskan waktu 24 jam di HI-SEAS, Hawaii. HI-SEAS merupakan bentuk pendek dari Hawaii Space Exploration Analog and Simulation.

Julia terpilih sebagai pelamar dari 30 pelamar untuk mengikuti perjalanan bersama Emily Calandrelli ke Hi-SEAS milik NASA, yang merupakan tempat simulasi kehidupan para calon astronot yang akan pergi ke Mars. Sebelumnya NASA belum pernah MeneriMa tunarungu.

Wanita lulusan biologi dari Universitas Gallaudet ini ingin menjadi astronot tunarungu pertama di Amerika. Selama dalam karir sarjananya, Julia mengambil dua macam pekerjaan magang, yaitu di Akademi NASA di Goddard Space Flight Center and SpaceFlight dan Lunar Science and Technology Program (SLSTP) di Kennedy Space Center.

Di antara kegiatannya ada misi penjelajahan di Mauna Loa, gunung berapi yang merupakan tempat simulasi planet Mars. Untuk melakukan misi penjelajahan, Julia dan Emily berpakaian seperti layaknya astronot.

Setiap kali mereka melaksanakan misi tersebut, Emily dan anggota kru Brian Ramos hanya memiliki satu bentuk komunikasi utama, yaitu headset radio. Saat dalam misi, mereka berhenti bekerja karena ada masalah teknis pada radio. Untungnya Julia dan Brian dapat berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat AS.

Kemampuan mereka berkomunikasi tanpa menggunakan bahasa verbal akhirnya dapat menyelesaikan misi mereka dan membuktikan bahwa bahasa isyarat bisa menjadi sesuatu alat komunikasi yang berharga bagi para astronot.

Wanita asal Swedia ini ingin menjadi pilot dan dia telah magang di NASA mendapatkan lisensi pilotnya pada tahun 2008. Menurutnya untuk menjadi pilot merupakan sebuah tantangan dan pembelajaran baru.

Sebagai seorang tunarungu, dia akan mempelajari keterampilan komunikasi, pemecahan masalah, bekerja sama dengan tim dan keterampilan lainnya yang sangat penting untuk bekerja di NASA atau program angkasa lainnya.

Komunitas tunarungu telah membuat kontribusi besar dalam mengeksplorasi ruang angkasa sealam 60 tahun terakhir. Pada tahun 1950-an, 11 pria tuna rungu berpartisipasi dalam studi utama tentang efek penurunan berat badan terhadap astronot yang berkepanjangan. Johanna Lucht menjadi insinyur tuna rungu pertama di Nasa pada tahun 2017.

Tulisan ini dilansir dari NBC News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

[/tdc_zone]