Home Kesehatan Awas, Bekerja Lembur Tingkatkan Risiko Keguguran

Awas, Bekerja Lembur Tingkatkan Risiko Keguguran

Bumil memiliki risiko keguguran lebih tinggi jika bekerja di malam hari.

Beritaluarnegeri.com (Amerika) – Wanita hamil memiliki risiko keguguran keguguran yang lebih tinggi jika bekerja lebih dari dua shift malam dalam seminggu. Bekerja di waktu malam membuat wanita hamil terkena cahaya lampu yang dapat mengganggu ritme sirkadian dan mengurangi pelepasan melatonin.

Penelitian di Eropa baru-baru ini menemukan bahwa wanita hamil yang bekerja lebih dari dua shift malam dalam seminggu mungkin memiliki risiko kegugurannya akan lebih besar pada minggu berikutnya.

Para peneliti di Denmark meneliti data penggajian yang dikumpulkan dari 22.744 wanita hamil yang bekerja di layanan publik, terutama di rumah sakit di Denmark. Kemudian data tersebut dihubungkan dengan data yang diambil dari Daftar Pasien Nasional Denmark tentang informasi keguguran yang diterima oleh rumah sakit. Data-data tersebut digunakan untuk menghitung bagaimana kerja di malam hari dapat mempengaruhi risiko keguguran antara minggu ke empat hingga ke-22 umur kehamilan.

Menurut laporan di Occupational & Environmental Medicine, diantara 10.047 wanita dalam penelitian yang melakukan kerja shift malam selama kehamilan minggu ke-3 hingga 22, 740 diantaranya mengalami keguguran. Sedangkan diantara 12.697 wanita yang tidak bekerja shift malam, 1.149 diantaranya keguguran.

Setelah memperhitungkan usia ibu, indeks massa tubuh, merokok, jumlah kelahiran sebelumnya, status sosial ekonomi dan keguguran sebelumnya, Begtrup dan koleganya menemukan bahwa bekerja lebih dari dua malam dalam satu minggu antara minggu 8 dan 22 dikaitkan dengan peningkatan 32 persen risiko keguguran pada minggu berikutnya.

Para peneliti juga menemukan bahwa wanita yang bekerja 26 atau lebih shift malam antara minggu 4 dan 22 lebih dari dua kali lebih mungkin mengalami keguguran dibandingkan mereka yang bekerja tanpa malam. Tetapi temuan ini hanya berdasarkan pada delapan wanita.

Adapun alasan lain mengapa shift malam dapat meningkatkan risiko keguguran. Para peneliti menunjukkan bahwa di penelitian sebelumnya, mereka telah menemukan bahwa melatonin, hormon yang membuat kita mengantuk, penting untuk mempertahankan kehamilan, mungkin dengan membantu menjaga plasenta. Namun, bekerja di shift malam membuat wanita hamil terkena cahaya di malam hari yang dapat mengganggu ritme sirkadian dan mengurangi pelepasan melatonin.

Tulisan ini dilansir dari NBC News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

WalletHub: 10 Kota Terbaik AS untuk Memulai Bisnis di 2019

Inilah 10 kota terbaik di Amerika untuk membuka startup bisnis. Beritaluarnegeri.com (Amerika) - Mayoritas pemilik usaha kecil di...

Melirik Pulau Banwa, Resor Termahal di Dunia

Banwa, Pulau Wisata Termahal di Dunia Ada di Filipina. Beritaluarnegeri.com (Filipina) - Banwa Private Island merupakan wisata...

Rutinitas Orang Sukses yang Dilakukan Sebelum Jam 7:30 Pagi

6 Rutinitas Sederhana yang Dilakukan Orang Sukses Sebelum Jam 7:30 Pagi Beritaluarnegeri.com (Amerika Serikat)- Orang-orang sukses datang dari...

Perlambat Waktu Berhargamu dengan Dua Cara Ini!

Dua cara mudah untuk memperlambat jalannya waktu. Beritaluarnegeri.com (Inggris) - Semakin dewasa, kita akan merasa waktu akan cepat...

Mnyamawamtuka, Jenis Baru Titanosaurus yang Berekor Hati

Spesies baru dinosaurus ini memiliki tulang ekor berbentuk hati. Beritaluarnegeri.com (Afrika) - Jenis baru dinosaurs berleher panjang dengan...