Home Internasional Sabotase Israel Terhadap Media Barat Dalam Meliput Gaza

Sabotase Israel Terhadap Media Barat Dalam Meliput Gaza

Israel merusak liputan media Barat karena takut disebut anti-semitisme. Media Barat telah dikuasai oleh Israel untuk menutupi fakta konflik Israel-Palestina.

Beritaluarnegeri.com (Palestina) – Pemblokadean wilayah Palestina yang dilakukan oleh Israel dan Mesir, baik di jalur darat, udara, maupun laut, membuat negara itu dijuluki sebagai penjara terbuka. Menurut sejumlah kelompok hak asasi manusia di dunia, Gaza sedang mengalami bencana kemanusiaan.

Sekertaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyoroti krisis yang terjadi di Palestina pada bulan Februari lalu. Dia mengatakan bahwa hampir dua juta warga Palestina hidup dalam kemiskinan dan berada di situasi yang tidak memadai mulai dari mengakses kesehatan, pendidikan, air listrik.

Tetapi, media sebagai sumber utama informasi telah gagal memberitakan kisah sebenarnya dari negara tersebut.

Pada hari Kamis (14/3/2019) para ahli membahas peran media dalam meliput salah satu masalah dunia di Glasgow, Skotlandia. Aljazeera mewawancarai tiga panelis sebelum acara, yang dipandu oleh The Balfour Project.

Sarah Helm mengatakan bahwa media selalu mendapatkan tekanan khusus dalam meliput peristiwa konflik Israel dan Palestina karena kelompok media Israel yang selalu kukuh dan kuat.

“Dan pengaruh itu termasuk ke dalam negosiasi politik Israel yang sangat kuat dan bekerja pada seitap tingkatan. Hal itu bukan lagi rahasia dan mereka (Israel) pun tidak akan merahasiakannya,” tambahnya.

Helm mengatakan bahwa editornya sering dibawah tekanan Israel ketika sedang meliput. Dia mengatakan surat kabar yang diterima telah dalam pengaruh bujukan Israel, sehingga hasilnya tidak memberikan petunjuk bagi pembaca tentang apa yang sebenarnya terjadi di Palestina.

Saat ini, kekhawatiran yang sama terjadi. Salah satu pekerja freelance The Gaurdian, David Cronin misalnya yang berprofesi sebagai editor asosiasi. Dia menulis kekecewaannya kepada surat kabar di Electronic Intifada.

Setelah melaporkan tentang kekejaman terhadap Palestina yang dilakukan oleh Israel, surat kabar tersebut mengatakan bahwa mereka tidak berniat menulis laporan dari Gaza dan editor lain pun menyarankan untuk tidak meliput konflik tersebut. Kendelawaktu dan ruang juga mempengaruhi laporan media Inggris sehingga mereka mengabaikan konteks sejarah dari konflik kedua negara tersebut.

Menurut mantan duta besar Israel, narasi media Barat telah didominasi oleh Israel selama seluruh konflik 70 tahun ini. Israel dengan cerdas menawarkan narasi atau cerita ke belahan bumi bagian barat tanpa penilaian objektif.

Menurut mantan duta besar Israel, Ilan Baruch mengatakan narasi media Barat telah didominasi oleh Israel selama seluruh konflik 70 tahun ini. Israel dengan cerdas menawarkan narasi atau cerita ke belahan bumi bagian barat tanpa penilaian objektif.

Mantan konsul jenderal Inggris, Sir Vincent Fean mengatakan bahwa perjuangan yang rumit dan berakar di Gaza telah meembuat mereka kelelahan sehingga mengurangi minat media Barat. Selain kelelahan, ada berita lain yang dianggap lebih menarik yaitu konflik lain di Timur Tengah seperti Suriah dan Yaman.

Pada tahun 2017, seorang penulis Palestina-Amerika Mariam Barghouti menulis ke sebuah kolom Al-Jazeera mengatakan bahwa kebanyakan media selalu fokus pada reaksi dari warga Palestina bukan apa yang dilakukan Israel dan menggambarkan Palestina melakukan kejahatan padahal faktanya mereka mereka hanya bersikap defensif.

Helm menyarankan Editor harus memiliki keberanian terhadap pendiriannya untuk menjelaskan konteks sejarah yang memungkinkan untuk pembaca, pendengar atau pemirsa untuk memahami politik.

Tulisan ini dilansir dari Al Jazeera

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

WalletHub: 10 Kota Terbaik AS untuk Memulai Bisnis di 2019

Inilah 10 kota terbaik di Amerika untuk membuka startup bisnis. Beritaluarnegeri.com (Amerika) - Mayoritas pemilik usaha kecil di...

Melirik Pulau Banwa, Resor Termahal di Dunia

Banwa, Pulau Wisata Termahal di Dunia Ada di Filipina. Beritaluarnegeri.com (Filipina) - Banwa Private Island merupakan wisata...

Rutinitas Orang Sukses yang Dilakukan Sebelum Jam 7:30 Pagi

6 Rutinitas Sederhana yang Dilakukan Orang Sukses Sebelum Jam 7:30 Pagi Beritaluarnegeri.com (Amerika Serikat)- Orang-orang sukses datang dari...

Perlambat Waktu Berhargamu dengan Dua Cara Ini!

Dua cara mudah untuk memperlambat jalannya waktu. Beritaluarnegeri.com (Inggris) - Semakin dewasa, kita akan merasa waktu akan cepat...

Mnyamawamtuka, Jenis Baru Titanosaurus yang Berekor Hati

Spesies baru dinosaurus ini memiliki tulang ekor berbentuk hati. Beritaluarnegeri.com (Afrika) - Jenis baru dinosaurs berleher panjang dengan...