Home Kesehatan Restoran Cepat Saji Penyumbang Kalori Terbanyak di AS

Restoran Cepat Saji Penyumbang Kalori Terbanyak di AS

Meningkatnya kalori makanan restoran cepat saji di Amerika Serikat selama tiga dekade.

Beritaluarnegeri.com (Amerika) – Menurut penilitian terbaru, kandungan kalori terhadap makanan di restoran cepat saji populer di Amerika Serikat telah melonjak naik selama tiga dekade terakhir.

Journal of Academy of Nutrition and Dietetics, mengeluarkan studi tentang perbandingan makanan dari 10 restoran cepat saji di Amerika: Arby’s, BurgerKing, Carl’s Jr, Diary Queen Hardee’s Jack in the Box, KFC, Long John Silver’s McDonald’s dan Wendy pada tahun 1986, 1991 dan 2016.

Peneliti menemukan bahwa kandungan kalori makanan cepat saji rata-rata naik 30 kalori per dekade, sedangkan hidangan penutup naik 62 kalori per dekade.

Sekitar 4,6% kandungan natrium naik per dekade untuk hidangan pembuka.

Ukuran porsi untuk hidangan pembuka dan penutup meningkat pada setiap dekadenya. Porsi hidangan pembuka naik sekitar 13 gram per dekade, sementara hidangan penutup bertambah 24 gram.

Menurut Megan McCroy, peneliti utama studi ini, mengatakan bahwa dari banyaknya menu yang ditawarkan di restoran cepat saji, beberapa diantaranya lebih sehat.

Alasan peneliti memilih untuk meneliti makanan cepat saji karena sebagian besar masyarakat Amerika mengonsumsi makanan-makanan tersebut. Selain itu, sekitar 40% orang dewasa di Amerika yang berusia antara 20 dan 74 mengalami obesitas, dibandingkan dengan kelompok usia tersebut pada tahun 1960 dan 1962.

Makanan cepat saji menyumbang sekitar 11% dari asupan kalori harian di AS antara tahun 2007 dan 2010 dan sekitar 37% orang dewasa di Amerika mengonsumsi makanan cepat saji pada hari-hari tertentu.

“Mengingat popularitas makanan cepat saji, penelitian kami menyoroti salah satu perubahan dalam lingkungan makanan kita yang kemungkina merupakan salah satu alasan dari meningkatnya obesitas selama beberapa dekade terakhir yang menjadi salah satu penyebab utama kematian di AS,” ungkap Megan.

Megan dan peneliti lainnya mengatakan jika restoran-restoran cepat saji merubah beberapa kebijakan yang lebih baik, seperti menampilkan jumlah kalori pada setiap satu menu.

Mereka juga mengatakan restoran cepat saji harus mulai untuk mempromosika hidangan yang lebih sehat, seperti mengurangi jumlah porsinya.

Tulisan ini dilansir dari time.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

WalletHub: 10 Kota Terbaik AS untuk Memulai Bisnis di 2019

Inilah 10 kota terbaik di Amerika untuk membuka startup bisnis. Beritaluarnegeri.com (Amerika) - Mayoritas pemilik usaha kecil di...

Melirik Pulau Banwa, Resor Termahal di Dunia

Banwa, Pulau Wisata Termahal di Dunia Ada di Filipina. Beritaluarnegeri.com (Filipina) - Banwa Private Island merupakan wisata...

Rutinitas Orang Sukses yang Dilakukan Sebelum Jam 7:30 Pagi

6 Rutinitas Sederhana yang Dilakukan Orang Sukses Sebelum Jam 7:30 Pagi Beritaluarnegeri.com (Amerika Serikat)- Orang-orang sukses datang dari...

Perlambat Waktu Berhargamu dengan Dua Cara Ini!

Dua cara mudah untuk memperlambat jalannya waktu. Beritaluarnegeri.com (Inggris) - Semakin dewasa, kita akan merasa waktu akan cepat...

Mnyamawamtuka, Jenis Baru Titanosaurus yang Berekor Hati

Spesies baru dinosaurus ini memiliki tulang ekor berbentuk hati. Beritaluarnegeri.com (Afrika) - Jenis baru dinosaurs berleher panjang dengan...