Home Internasional Greta Thunberg Masuk Nominasi Nobel Peace Prize

Greta Thunberg Masuk Nominasi Nobel Peace Prize

Remaja berusia 16 tahun yang menggerakan puluhan ribu siswa di berbagai penjuru dunia untuk melawan perubahan iklim.

Beritaluarnegeri.com (Eropa) – Greta Thunberg, seorang aktivis pecinta lingkungan, telah dinominasikan menerima Nobel Peace Prize atau penghargaan Nobel perdamaian, sebagai bentuk apresiasinya dalam memimpin aksi protes terhadap ketidakbecusan pemerintah dalam mengatasi kerusakan alam, yang dilakukan oleh ratusan anak.

Freddy Andre Oevstegraad mengatakan pada majalah Norwegia VG bahwa ia telah mengajukan nama Greta sebagai salah satu sosok penting yang berkontribusi dalam perdamaian yang sangat penting, karena ancaman iklim mungkin menjadi salah satu faktor penyebab perang dan konflik di dunia.”

Aksi protes Greta dimulainya sejak bulan Agustus 208 lalu di gedung Parlemen Swedia. Setiap hari selama dua minggu, ia duduk di depan gedung parlemen dan membagikan selebaran kertas, yang menyatakan aksi protesnya karena ia merasa bahwa orang-orang dewasa dianggap tidak peduli pada masa depan anak-anak dengan membiarkan perubahan iklim terus terjadi, kepada orang-orang yang melewatinya.

Aksi protes Greta disebabkan oleh suhu tinggi di musim panas 2018, yang dianggap sebagai musim panas dengan suhu tertinggi yang pernah terjadi di Swedia sejak ratusan tahun ke belakang.

Remaja berusia 16 tahun ini masuk dalam Remaja Paling Berpengaruh versi majalah Time pada tahun 2018. Dan pada tahun ini ia masuk nominasi untuk memenangkan penghargaan nobel, karena Greta telah berhasil menggerakan ratusan ribu siswa sekolah di seluruh dunia untuk melakukan aksi mogok sekolah dalam upayanya mendesak pemerintah untuk bertindak dalam mengatasi perubahan iklim.

Menurut laporan AS dalam Time, suhu global dapat naik hingga 1,5°C, yang merupakan ambang batas menurut para ilmuwan akan membawa dampak buruk bagi bumi.

Pada bulan Desember 2018, Thunberg memanggil anggota parlemen dan pejabat pemerintah lainnya untuk bertindak dalam mengatasi perubahan iklim yang terjadi pada Climate Change Conference di Polandia.

Pada pertemuannya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, pada bulan Januari, dia mengakhiri pidatonya dengan memberi tahu bahwa dia ingin para petinggi pemerintah “bertindak seperti rumah kita sedang terbakar, karena memang begitu keadaannya.”

Sebagai bagian dari gerakan #FridayForFuture, pada hari Jumat (15/3/19), puluhan ribu anak muda di seluruh dunia membolos sekolah sebagai aksi protes untuk menuntut perubahan.

Thunberg mengatakan melalui Twitternya bahwa hampir 100 negara terlibat dalam kampanye ini.

“1325 tempat di 98 negara. Dan masih akan bertambah. 2 hari sampai 15 Maret. Selamat datang Cina, Tanzania, Vanuatu, Kuba, Pakistan, dan masih banyak lagi. #FridayForFuture #schoolstrike4climate,” cuitnya di Twitter pada 12 Maret 2019.

Tulisan ini dilansir dari Time.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Must Read

WalletHub: 10 Kota Terbaik AS untuk Memulai Bisnis di 2019

Inilah 10 kota terbaik di Amerika untuk membuka startup bisnis. Beritaluarnegeri.com (Amerika) - Mayoritas pemilik usaha kecil di...

Melirik Pulau Banwa, Resor Termahal di Dunia

Banwa, Pulau Wisata Termahal di Dunia Ada di Filipina. Beritaluarnegeri.com (Filipina) - Banwa Private Island merupakan wisata...

Rutinitas Orang Sukses yang Dilakukan Sebelum Jam 7:30 Pagi

6 Rutinitas Sederhana yang Dilakukan Orang Sukses Sebelum Jam 7:30 Pagi Beritaluarnegeri.com (Amerika Serikat)- Orang-orang sukses datang dari...

Perlambat Waktu Berhargamu dengan Dua Cara Ini!

Dua cara mudah untuk memperlambat jalannya waktu. Beritaluarnegeri.com (Inggris) - Semakin dewasa, kita akan merasa waktu akan cepat...

Mnyamawamtuka, Jenis Baru Titanosaurus yang Berekor Hati

Spesies baru dinosaurus ini memiliki tulang ekor berbentuk hati. Beritaluarnegeri.com (Afrika) - Jenis baru dinosaurs berleher panjang dengan...